BAMBU

  1. A. Jenis-jenis Bambu

Bambu banyak macamnya, namun hanya beberapa jenis saja yang biasa dikenal masyarakat :

 

  1. 1. Bambu Petung

Diameter  bambu petung berkisar 8-13cm, namun dapat juga mencapai 30cm. Panjangnya berkisar 10-18m. Terdapat banyak bulu rambut, bulu rambut panjangnya mencapai 1cm yang terdapat di setiap ruas. Tumbuh di gunung yang terjal atau basah, bisa juga di lereng gunung. Bambu petung biasanya berwarna hijau(muda) atau kuning(tua). Kegunaan:

  • Untuk mancang/untuk memasang pondasi (pada tanah yang biasanya tidak stabil)
  • Untuk mengecor
  • Untuk tiang rumah

Harga  : Rp. 35.000 – Rp. 50.000 (4m-5m)

 

  1. 2. Bambu Wulung

Bambu ini berdiameter 9-12 cm dengan tebal 2cm. Yang membedakan bambu ini dengan bambu lainnya adalah warnanya yang hitam. Kegunaan        :

  • Anyaman
  • Hiasan
  • Dinding
  • Untuk membuat rusuk-rusuk rumah

Harga  : Rp. 12.500 – Rp. 15.000 (5meter)

  1. 3. Bambu Apus/Tali

Diameternya 4-8cm dengan panjang 6-13cm. Tebalnya  2cm. Bambu ini merupakan bambu yang paling populer dan dikenal masyarakat. Karena bambu ini yang paling banyak digunakan untuk membuat usuk rumah, reng, pagar. Bambu apus yang dibelah tipis dan dianyam dapat dijadikan dinding, bahkan bahan penutup atap. Bambu ini paling banyak dimanfaatkan karena lebih lentur dan mudah dibentuk dibandingkan bambu yang lain.

Bambu ini berwarna hijau kekuningan. Harga berkisar Rp.5000-Rp.7.000 (5meter)

  1. 4. Bambu Ampel

Secara fisik, fungsi, dan harga bambu ini tidak berbeda jauh dengan bambu apus. Yang membedakan hanya bambu ampel lebih keras dan tidak lentur seperti apus.

 

  1. 5. Gedhek

Gedhek adalah bentuk lain dari bambu yang digunakan dalam pembangunan. Bambu apus yang dipotong melintang menghasilkan lapisan bambu yang tipis. Lapisan-lapisan ini kemudian dianyam menjadi berbagai pola dari yang sederhana hingga yang bermotif kompleks. Harganya pun bervariasi, dari Rp.35.000 per lembar (1×2 m) hingga Rp.35.000 /m2.

Jaman sekarang gedhek jarang digunakan sebagai bahan utama untuk dinding. Biasanya hanya digunakan untuk penghias interior maupun eksterior.

  1. Kriteria Bambu Yang Baik
  • Bambu Tua (5 tahun)
  • Berwarna kuning jernih atau hijau tua.
  • Berbintik putih pada pangkalnya,
  • Berserat padat dengan permukaan yang mengkilap
  • Ditempat ruas tidak boleh pecah.

 

  1. Pengawetan Bambu

Pengawetan bambu ada dua cara, tradisional dan kimiawi.

–          Tradisional : sebelum digunakan bambu direndap selama satu bulan di dalam air tawar, payau, atau air laut yang tenang atau mengalir sehingga kanji yang terdapat pada bambu larut dalam air. Perendaman bambu sebaiknya dilakukan setelah bambu dikeringkan dalam keadaan vertikal di tempat yang teduh, baru kemudian direndam seluruhnya. Bambu yang baik, setelah direndam berwarna pucat dan berbau asam yang khas, dan di bagian dalam ruas tidak terdapat bulu dalam.

–          Kimiawi ada dua cara:

  1. Setelah ditebang (masih basah), daunnya jangan dihilangkan untuk memberi tanda dalam proses. Bambu direndam dalam larutan pengawet (solar) dalam posisi vertikal. Pada hari kedua atau ketiga daun bambu masih terlihat hijau seperti sebelim proses dimulai, namun saat daun bambu sudah berubah menjadi kekuning-kuningan, menjadi tanda bahwa proses pengawetan sudah selesai.
  2. Setelah ditebang (masih basah), daunnya dibersihkan/dihilangkan semua, bambu diposisikan horizontal dengan pangkal lebih tinggi dari ujungnya. Bagian pangkalnya dituangi bahan pengawet pada bagian ruas yang sudah dihilangkan sebagian. Pada awalnya air yang menetes dari ujung bambu adalah air yang tidak berwarna  (air bambu itu sendiri), lama kelamaan air yang menetes berwarna kekuningan (menyerupai cairan pengawet yang dipakai), menandakan bahan pengawet sudah diserap oleh bambu dan prosesnya selesai.

Arti Pentingnya Wawasan Nusantara Bagi Pembangunan Nasional

Arti Pentingnya Wawasan Nusantara

Bagi Pembangunan Nasional

Anggota Kelompok :

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2010

Pendahuluan

  1. I. Latar Belakang

Salah satu persyaratan mutlak yang harus dimilki oleh sebuah negara adalah wilayah kedaulatan, disamping rakyat dan pemerintahan yang diakui. Konsep dasar wilayah negara kepualauan  telah diletakan melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah Indonesia. Unsur-unsur wawasan nusantara adalah organisasi. Dari isi wawasan nusantara itu tamapk adanaya bidang-bidang usaha untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang :

–          Satu kesatuan wilayah

–          Satu kesatuan bangsa

–          Satu kesatuan budaya

–          Satu kesatuan ekonomi

–          Satu kesatuan hankam

Jelas disini bahwa wawasan nusantara adalah penjelasan falsafah Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah negra Republik Indonesia. Kelengkapan dan keutuhan wawasan nusantara akan terwujud dalam terselenggaranya ketahanan nasional yang senantiasa harus ditingkatkan sesuai dengan tuntutan zaman. Ketahanan nasional akan meningkat jika ada pembangunan yang meningkat. Ruang lingkup wawasan nusantara dalam TAP MPR ’83 dalam mencapai tujuan pembangunan nasional :

–          Kesatuan Politik

–          Kesatuan Ekonomi

–           Kesatuan Sosial Budaya

–          Kesatuan Pertahanan Keamanan

Dengan menerapkan konsep wawasan nusantara, maka terbentuk dan terjalin kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang dijalin erat dari beragam kehidupan sosialbudaya, sejarah dan cita-cita.

  1. II. Tujuan

Makalah arti pentingnya wawasan nusantara dalam pembangunan nasional ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu:

  • Menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah kewarganegaraan
  • Untuk mengetahui unsur-unsur dari wawasan nusantara
  • Untuk mengetahui latar belakang wawasan nusantara
  • Untuk mengetahui pentingnya pembangunan nasional
  • Untuk mengetahui hakekat atau makna dari wawasan nusantara dan pembangunan nasional

Pembahasan

  1. A. Pengertian Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional

  1. B. Tujuan dan Fungsi Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara memiliki dua tujuan, yaitu :

  1. Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945
  2. Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun social, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia

Sedangkan fungsi dari wawasan nusantara adalah :

  1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
  2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
  3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
  4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga
  1. Makna Pembangunan Nasional

Pembangunan adalah suatua proses kegiatan masyarakat atas prakata sendiri atau pemerintah dalam memperbaiki kondisi ekonomi sosial dan budaya berbagai komunitas, mengintrogasikan berbagai komunitas ke dalam kehidupan bangsa, menciptakan kemampuan memajukan bangsa secara terpadu.Pembangunan daerah adalah proses kegiatan, masyarakat daerah dalam memperbaiki kondisi ekonomi sosial dan budaya yang bertempat tinggal di suatu daerah tertentu.

Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas mewujudkan tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahterhaan umum, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamain abadi, dan keadilan sosial.

  1. Tujuan Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

  1. Asas Pembangunan Nasional

Asas pembangunan nasional adalah prinsip pokok yang harus diterapkan dan dipegang teguh dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional. Asas-asas tersebut adalah :

  1. Asas Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual, moral, dan etik dalam rangka pembanguanan nasional sebagai pengamalan Pancasila.
  2. Asas Manfaat, bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemanusiaan, peningkatan kesejahterahan rakyat, dan pengembangan pribadi warga negara serta mengutamakan kelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dalam rangka pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan.
  3. Asas Demokrasi Pancasila, bahwa upaya mencapai tujuan pembangunan nasional yang meliputi seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berbegara dilakukan dengan semangat kekeluargaan yang bercirikan kebersamaan, gotong-royong, persatuan dan kesatuan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
  4. Asas Adil dan Merata, bahwa pembangunan nasional diselenggarakan sebagai usaha bersama harus merata di semua lapisan masyarakat, dan di seluruh wilayah tanah air dimana setiap warga berhak memperoleh kesempatan berperan dalam menikmati hasil-hasilnya secara adil sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan darma baktinya yang diberikan kepada bangsa dan negara.
  5. Asas Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan dalam Perikehidupan, bahwa dalam pembangunan nasional harus ada keseimbangan antara berbagai kepentingan, yaitu keseimbangan, keserasian, dan keselarasan antar kepentingan dunia dan akhirat, materiil dan spiritual, jiwa dan raga, individu, masayarakat dan negara, pusat dan daerah serta kepentingan perkehidupan darat, laut, udara dan dirgantara serta kepentingan nasional dan internasional.
  6. Asas Hukum, bahwa dalam penyelenggaraan pembanguan nasional setiap warga negara dan penyelenggara negara harus taat pada hukum yang bertitikan keadilan dan kebenaran, serta negara diwajibkan untuk menegakkan dan menjamin kepastian hukum.
  7. Asas Kemanusiaan, bahwa pembangunan nasional berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian bangsa.
  8. Asas Kejuangan, bahwa dalam penyelenggaraan pembangunan nasional, penyelenggara negara dan masyarakat harus memilki mental, tekad, jiwa, dan semangat pengabdian serta ketaatan dan disiplin yang tinggi dengan lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepntingan pribadi atau golongan.
  9. Asas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, bahwa agar pembangunan nasional dapat memberikan kesejahterahaan rakyat lahir batin yang setinggi-tingginya, penyelenggara perlu menerapkan nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mendorong pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara seksama dan bertanggung jawab dengan mempertahankan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
  1. Faktor-Faktor

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan pemabngunan agar memperlancar pencapaian sasaran pembangunan nasional, meliputi :

  1. Kependudukan dan sosial budaya, termasuk pergeseran nilai dan perkembangan aspirasi rakyat yang dinamis.
  2. Wilayah yang berisikan kepulauan dan kelautan dengan lingkungan dengan dan alam tropiknya.
  3. Sumber daya alam yang beraneka ragam dan tidak merata penyebarannya termasuk flora dan fauna.
  4. Kualitas masyarakat Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  5. Disiplin nasional yang merupakan perwujudan kepatuhan dan ketaatan kepada hukum dan norma-norma yang berlakudalam masyarakat.
  6. Manajemen nasional sebagai mekanisme penyelenggara pembangunan nasional.
  7. Perkembangan regional dan global serta tatanan internasional yang selalu berubah secara dinamis.

Kesimpulan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!